Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Efek Berlebihan Mengkonsumsi Gula, Waspadai Resikonya !!!

    

Efek Berlebihan Mengkonsumsi Gula

    Siapa di antara kita yang tidak tergoda oleh manisnya gula? Sungguh, rasa manis ini memiliki daya tarik yang sulit untuk dihindari. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan konsumsi gula berlebih, baik dari makanan atau minuman berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, obesitas, dan diabetes melitus. Dalam kurun waktu lima tahun saja, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di indonesia. Berdasarkan data tahun 2013 menunjukkan prevalensi diabetes sebesar 1,5 permil meningkat pada tahun 2018 menjadi 2 permil. Demikian juga gagal ginjal kronis dari 2 permil menjadi 3,8 permil, sementara stroke meningkat dari 7 permil menjadi 10,9 permil. 

    Namun, seperti pepatah mengatakan, "Terlalu manis, akhirnya pahit." Kita sering kali terlena oleh kelezatan gula tanpa sepenuhnya memahami akibat buruk yang dapat timbul akibat konsumsi berlebihan. Konsumsi gula memiliki banyak efek buruk bagi kesehatan kita, beberapa diantaranya adalah : Peningkatan berat badan. Meningkatkan risiko mengalami Diabetes & tekanan darah tinggi. Mempercepat mengalami masalah pikun dan penuaan dini. 

  • Ketenangan Palsu dari Lemak Tubuh

    Lemak tubuh yang tidak kita inginkan ternyata dapat muncul sebagai efek samping yang tidak diinginkan dari konsumsi gula berlebihan. Tubuh kita memiliki kecenderungan untuk menyimpan kelebihan gula sebagai cadangan energi dalam bentuk lemak. Mungkin kita merasa manis, tetapi tubuh kita malah mendekap lemak yang mengintai di balik gula yang kita nikmati.

  • Pencuri Kalsium yang Licik

    Pernahkah Anda berpikir bahwa gula bisa menjadi pencuri kalsium yang licik? Sayangnya, kenyataannya memang demikian. Gula berlebihan dapat menyebabkan tubuh kita kehilangan kalsium, mineral penting yang mendukung kekuatan tulang dan gigi kita. Maka jangan heran jika kegemaran manis berujung pada kelemahan yang tak diinginkan.

  • Penjahat Siluman: Risiko Penyakit Kronis

    Mungkin inilah yang paling menakutkan dari semua efek buruknya. Konsumsi gula berlebihan telah terkait dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas. Sebuah peringatan keras yang mendorong kita untuk berpikir kembali sebelum menggoda lidah kita dengan manisan.

  • Apa gejala yang mungkin dirasakan oleh seseorang yang mengonsumsi gula berlebihan?

    Salah satu tanda kelebihan gula yang paling umum adalah mulut terasa kering. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya produksi air liur dalam mulut. Mulut kering akan meningkatkan risiko munculnya infeksi jamur dan bakteri pada mulut.

  • Mengendalikan Keinginan Manis

    Tentu saja, tidak berarti kita harus sepenuhnya menghindari kelezatan gula. Seperti segala hal dalam hidup, kata kuncinya adalah keseimbangan. Mengontrol konsumsi gula, membatasi makanan dan minuman manis, serta memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat seperti buah-buahan dan biji-bijian dapat membantu kita menjaga kesehatan kita.

  • Berapa batas aman konsumsi gula?

    Batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemkes) per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula, 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak).

    Jadi, Sahabat Pembaca yang Budiman, meskipun dunia manis terlihat begitu menggoda, kita perlu mengingat bahwa efek buruk dari konsumsi gula berlebihan dapat menjadi akibat yang tidak diinginkan. Jaga kesehatan Anda dengan bijak, dan nikmati kenikmatan manis dalam batas yang sehat. Ingatlah, hidup seimbang adalah hidup yang penuh kesejahteraan.